Pemprov Kalsel Kembangkan Kerajinan Anyaman Pandan


Author: Sastros | 31/DES/2017 321 Views

BANJARMAIN- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) mengembangkan kerajinan anyaman pandan menjadi kerajinan bernilai ekonomis tinggi.

Ketua Dekranasda Kalsel Raudhatul Jannah Sahbirin Noor di Banjarmasin, Senin, mengatakan sejak bertahun-tahun kerajinan di Kalsel menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat.

Sehingga, tambah dia, perlu upaya terus menerus untuk meningkatkan dan mendorong kreativitas pengrajin untuk terus berinovasi sehingga berdaya saing dengan kerajinan di luar daerah.

"Beberapa waktu lalu, kita juga telah mengadakan pelatihan pengrajin rumah tangga, untuk mengembangkan kreativitas agar bernilai ekonomi lebih tinggi," katanya.

Salah satu kegiatan itu adalah pelatihan dan teknologi proses dan desain anyaman daun pandan.

Peserta yang diundang mengikuti pelatihan, antara lain dari kalangan wirausaha muda dan kelompok pengrajin masyarakat.

Menurut Hj Radhatul Jannah, tujuan pemberian pelatihan teknologi proses desain anyaman daun pandan bagi wirausaha muda adalah untuk meningkatkan pengetahuan para pengrajin dalam memanfaatkan daun pandan agar lebih bernilai ekonomis.

"Kita mengetahui manfaat daun pandan bagi masyarakat cukup banyak. Salah satunya adalah bisa dijadikan bahan baku dasar dalam pembuatan tikar, tas atau barang rumah tangga lain yang bisa mendatangkan penghasilan tambahan," jelasnya.

Daun pandan, sebut Raudhatul Jannah, sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan rumah atau tempat- tempat berlahan basah. Biasanya daun pandan tumbuh subur meski tidak dilakukan melalui pemeliharaan khusus.

Sebagai bahan baku utama dalam membuat alat-alat rumah tangga bernilai ekonomis, penting dilakukan upaya pemanfaatan melalui kegiatan pelatihan secara langsung.

"Kami berharap melalui kegiatan pelatihan desain anyaman dari daun pandan ini, masyarakat terutama di kalangan ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri bisa menjadikan daun pandan sebagai kerajinan yang memberikan sumber pendapatan baru keluarga," ucapnya.

Pelatihan teknologi dan desain anyaman daun pandan akan terus dikembangkan ke daerah lain di Kalimantan Selatan. Pasalnya, kegiatan ini memberikan multi efek positif bagi pengembangan dan peningkatan kerajinan masyarakat di tingkat keluarga.

Bagi mereka yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan akan terus menyosialisasikan ulang kepada masyarakat lainnya. Sehingga akan banyak masyarakat yang memanfaatkan daun pandan untuk dijadikan beragam usaha kreatif keluarga. (Antara)


Bagikan artikel


Komentar